SEPEDA MOTOR PERTAMA DI INDONESIA HADIR DI KOTA PROBOLINGGO

Probolinggo yang seringkali dipandang biasa saja ternyata menyimpan sejuta sejarah yang luar biasa. Salah satunya adalah sebagai tempat hadirnya sepeda motor pertama di Indonesia. Sebagaimana disebutkan dalam sejarah, sepeda motor rupanya sudah hadir di Indonesia sejak jaman pendudukan Belanda yang saat itu masih bernama Hindia Timur (Oost Indee).

Sebuah cacatan sejarah menyebutkan, sepeda motor telah hadir di Indonesia sejak tahun 1893 –atau  117 tahun yang lalu. Uniknya, walaupun pada saat itu Indonesia masih dibawah pendudukan Belanda, orang pertama yang memiliki sepeda motor di Indonesia bukanlah orang Belanda, melainkan orang Inggris. Adalah John C. Potter yang sehari-hari bekerja sebagai masinis pertama di Pabrik Gula Oemboel (baca: Umbul) Probolinggo, Jawa Timur-lah yang memiliki sepeda motor pertama itu. Dalam buku Krèta Sètan (De Duivelswagen) dikisahkan bagaimana John C. Potter memesan sendiri sepeda motor tersebut dari pabriknya Hildebrand und Wolfműller di Muenchen, Jerman. Sepeda motor pesanan Potter itu tiba pada tahun 1893, satu tahun sebelum mobil pertama tiba di Indonesa. Dah hal tersebutlah yang membuat Potter menjadi orang pertama di Indonesia yang menggunakan kendaraan bermotor.

Maka tak salah jika Sabtu kemarin (22/1), sekitar pukul 09.00 WIB, sebuah klub motor asal Klaten, Bajak Laut Motor Club menggelar ulang tahunnya yang ketiga di Kota Probolinggo. Peringatan ulang tahun yang digelar di Musium Probolinggo selama 2 hari itu (baca: dari hari Sabtu hingga Minggu), bertajuk “Event 117th Kehadiran Motor I di Indonesia juga 3rd Anniversary Bajak Laut Motor Club.”

Acara yang turut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Probolinggo, Drs. H. Bandyk Soetrisno, M.Si., tersebut berlangsung cukup meriah. Upacara Bendera yang cukup eksentrik khas anak motor, dengan Kiplo (alias Mujianto) sebagai pemimpin upacara, tampil sebagai acara pembuka dalam rangkaian kegiatan pagi itu. Tujuannya, tak lain dan tak bukan, adalah wujud persatuan dan nasionalismeanak motor.

Emang setiap ada acara selalu ada upacara bendera, Mas. Bukti kita masih satu dan cinta Indonesia.” Tutur Kiplo kepada Suara Kota.

Dalam sambuatannya Wawali Bandyk mengucapkan terima kasih kepada Bajak Laut Motor Club yang telah membantu Pemerintah Kota Probolinggo dalam meningkatkan kemajuan sektor pariwisatanya. Selain itu, Wawali Bandyk juga sedikit menyinggung tentang keberadaan dan perkembangan Musium Probolinggo sebagai aset budaya dan wisata, sekaligus juga memperkenalkannya kepada sekitar 200 undangan dan peserta yang hadir saat itu.

“Kurang lebih bulan Februari atau maret mendatang, lokomotif kuno milik PG Wonolangan akan dihadirkan di tempat ini.” Terang Wawali Bandyk.

Selepas membuka acara Wawali Bandyk juga menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan bakti sosial dan penanaman 300 pohon yang dilaksanakan di daerah Kelurahan Sumber Wetan.

Sebenarnya sudah sejak hari Jumat (21/1) malam kemarin, Gedung Musium Probolinggo yang semula tampak sepi, dibanjiri dan ramai oleh ratusan motor-motor gede (baca: moge) nan antik dari berbagai daerah di tanah air. Selain Bajak Laut Motor Club Indonesia, mereka juga datang dari beragam klub motor yang ada di Indonesia, diantaranya: Motor Antik Club Indonesia, Harley Davidson Club Indonesia, Bikers Brotherhood Bandung, Himpunan Motor Besar Indonesia, Motor Besar Club, Ikatan Sport Harley Davidson dan Birmingham Small Army Owner Indonesia.

“Dulu kegiatan ini (ulang tahun, red.) selalu digelar di Klaten. Di kawasan (candi, red.) Prambanan. Namun kali ini kami ingin membuatnya menjadi spesial, yaitu dengan mengadakan kegiatan ulang tahun di tempat dimana sepeda motor pertama masuk di Indonesia. Dan itu di Probolinggo.” Terang Zaldi Irawan, Ketua Panitia Penyelenggara Event 117th Kehadiran Motor I di Indonesia dan 3rd Anniversary Bajak Laut Motor Club.

Zaldi Irawan, yang juga pemilik salah satu Tour and Travel Agent di Kota Probolinggo ini, juga menjelaskan kepada Suara Kota bahwa di Kota Probolinggo sendiri Bajak Laut Motor Club baru berdiri sekitar 6 bulan yang lalu dan para peserta yang hadir untuk memenuhi undangan Bajak Laut Motor Club Indonesia di Probolinggo tersebut menggunakan dana pribadi milik mereka sendiri.

“Ini adalah wujud persaudaraan dan partisipasi antara sesama pecinta motor gede.”

Diamati dari plat nomor kendaraan yang terpampang di moge-moge mereka, memang dapat dikatakan bahwa mereka adalah tamu-tamu yang cukup spesial. Mereka tidak hanya datang dari wilayah Jawa Timur ataupun Jawa Tengah dan sekitarnya saja tetapi juga dari luar daerah yang jauh, seperti Lampung, Jakarta, Bandung, Bali, Lombok dan Kupang.

“Para pesertanya tidak hanya dari Probolinggo saja, tapi juga dari luar kota. Mangkannya ini kesempatan yang baik untuk memperkenalkan pariwisata Kota Probolinggo. Kalau bukan objeknya ya kita jual keramahtamahan kita.” Ujar Drs. Kukuh Suryadi, M.Pd. selaku Kabid Kepemudaan dan Keolahraggan di Dispobpar Kota Probolinggo.

Selain gelaran acara dan berbagai lomba-lomba intern antar club motor, Event 117th Kehadiran Motor I di Indonesia dan 3rd Anniversary Bajak Laut Motor Club juga diwarnai oleh Pameran Sepeda Motor Antik yang didatangkan langsung dari Musium Mpu Tantular – Surabaya. Salah satu sepeda motor antik yang dipamerkan tersebut adalah sepeda motor pertama di Indonesia yang berusia 117 tahun itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: